Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas (交通事故) di Taiwan, amankan keselamatan terlebih dahulu, lakukan pelaporan dan pengamanan bukti, lalu periksa berturut-turut batas waktu tuntutan, kelalaian, dan ruang lingkup perdamaian. Uraian di bawah ini merupakan urutan penanganan umum yang disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan Taiwan dan panduan lembaga resmi, sedangkan tanggung jawab dan prosedur yang konkret dapat berbeda menurut keadaan masing-masing kecelakaan.
Q1. Bolehkah Anda meninggalkan lokasi setelah kecelakaan?
Dalam kecelakaan yang menimbulkan luka atau kematian, pengemudi wajib segera melakukan tindakan pertolongan (救護措施), memberitahukan polisi, serta mengamankan kendaraan dan bukti di lokasi kejadian (保全現場). Persetujuan tidak resmi dari pihak lain atau sekadar rekaman video tidak dapat dipandang membolehkan Anda meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan tindakan yang diwajibkan.
Namun, dalam kecelakaan dengan korban luka, apabila semua pihak menyetujuinya, kendaraan dapat dipindahkan ke tempat yang tidak menghalangi lalu lintas setelah posisi kendaraan dan bekas-bekas di lokasi ditandai terlebih dahulu. Hal ini tidak berarti menggantikan tindakan yang diwajibkan seperti pertolongan dan pelaporan.
Apabila yang terjadi hanya kerugian harta benda dan kendaraan masih dapat digerakkan, pada asasnya posisi kendaraan dan bekas di lokasi ditandai serta didokumentasikan dengan foto atau video, kemudian kendaraan segera dipindahkan ke tempat yang aman. Meninggalkan lokasi tanpa melakukan tindakan yang diwajibkan dapat berakibat sanksi administratif (行政處罰).
Pasal 185-4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Taiwan (刑法) mengatur tanggung jawab pidana pengemudi yang meninggalkan lokasi setelah kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan luka atau kematian. Penerapannya dalam praktik dinilai menurut keadaan kecelakaan dan tindakan yang telah dilakukan.
Q2. Bukti apa yang harus lebih dahulu diamankan?
Amankan lebih dahulu keselamatan pribadi dan pasang tanda peringatan; apabila ada korban luka atau diperlukan penyelamatan hubungi 119, sedangkan untuk tindak pidana atau keadaan keamanan yang mendesak hubungi 110 atau 112. Lakukan pula pelaporan kepada polisi sesuai dengan keadaan kecelakaan lalu lintas tersebut.
Setelah keselamatan terjamin, ambillah foto bersudut lebar sekaligus foto jarak dekat untuk merekam posisi kendaraan dan kerusakannya, marka jalan, lampu isyarat, serta cuaca. Sebaiknya Anda juga tidak melewatkan nomor kontak saksi, permohonan pengamanan rekaman CCTV (監視器影像) dan kamera dasbor (行車紀錄器), data para pihak, kendaraan, dan asuransi, serta rekam medis (病歷). Dokumentasi pribadi memang berguna, tetapi tidak menggantikan penanganan polisi yang diwajibkan pada kecelakaan dengan korban luka atau meninggal.
Mengenai dokumen kepolisian, di lokasi kecelakaan Anda dapat menerima slip pendaftaran pihak kecelakaan lalu lintas (道路交通事故當事人登記聯單). Setelah lewat 7 hari sejak tanggal kecelakaan, Anda dapat mengajukan permohonan denah lokasi dan foto lokasi (現場圖 / 現場照片); setelah lewat 30 hari sejak tanggal kecelakaan, Anda dapat mengajukan permohonan laporan analisis awal kecelakaan (道路交通事故初步分析研判表). Waktu penerbitan dan persyaratan permohonan sebaiknya Anda tanyakan kembali kepada instansi kepolisian yang berwenang.
Q3. Apabila Anda mengalami luka, tuntutan dan batas waktu apa yang harus diperiksa?
Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur perbuatan melukai karena kelalaian (過失傷害) dan melukai berat karena kelalaian (過失致重傷). Karena menurut Pasal 287 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ketentuan tersebut merupakan delik aduan (告訴乃論之罪), maka menurut Pasal 237 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Taiwan (刑事訴訟法) pengaduan pada asasnya harus diajukan dalam waktu 6 bulan sejak hari diketahuinya pelaku.
Untuk ganti rugi perdata (損害賠償), menurut Pasal 197 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Taiwan (民法) tuntutan tidak dapat lagi diajukan apabila telah lewat 2 tahun sejak hari diketahuinya kerugian dan pihak yang wajib mengganti, atau 10 tahun sejak hari terjadinya perbuatan melawan hukum. Fakta mana yang berpengaruh terhadap daluwarsa (消滅時效) harus dikaji secara tersendiri.
Orang yang dirugikan oleh suatu tindak pidana dapat mengajukan gugatan perdata yang digabung dalam perkara pidana (刑事附帶民事訴訟) berdasarkan Pasal 487 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Selama pemeriksaan perkara pidana masih berlangsung, gugatan itu dapat diajukan paling lambat sebelum penutupan persidangan lisan (言詞辯論終結) tingkat banding sebagaimana ditentukan Pasal 488 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, tetapi tidak dapat diajukan setelah penutupan persidangan lisan tingkat pertama dan sebelum banding diajukan. Pada umumnya cara ini dapat menghindarkan pembayaran biaya perkara (裁判費) tersendiri, tetapi tidak semua hasilnya berakhir tanpa biaya. Misalnya, apabila perkara pidana ditolak dan atas permohonan penggugat perkara dilimpahkan ke pengadilan perdata, berdasarkan Pasal 503 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana biaya perkara dapat dibebankan kepada Anda, dan ketentuan mengenai pelimpahan serta prosedur dalam Pasal 504 juga perlu diperiksa bersamaan.
Pilihan yang tepat berbeda-beda menurut ada tidaknya terputusnya daluwarsa (時效中斷), lingkup pihak tergugat, bukti, asuransi, dan kewenangan mengadili. Karena itu tidak ada satu prosedur yang secara seragam paling baik untuk semua perkara.
Q4. Apabila kedua pihak sama-sama lalai, bagaimana tanggung jawab pidana dan perdatanya dinilai?
Tanggung jawab pidana baru dapat dinilai apabila terbukti adanya pelanggaran kewajiban berhati-hati oleh masing-masing pihak dan adanya hubungan sebab akibat antara pelanggaran itu dengan luka yang dialami pihak lain. Kelalaian yang ada pada kedua belah pihak saja tidak serta-merta menimbulkan tanggung jawab atas perbuatan melukai karena kelalaian.
Dalam perkara perdata, menurut Pasal 217 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, apabila pada pihak yang dirugikan terdapat kelalaian yang ikut menimbulkan atau memperbesar kerugian (與有過失), pengadilan dapat mengurangi atau membebaskan jumlah ganti rugi. Sebagai contoh, apabila kerugian yang diakui dalam Dolar Taiwan Baru (新臺幣, TWD) berjumlah TWD 1.000.000 dan kelalaian pihak yang dirugikan dinilai 50%, maka sebelum penyesuaian lainnya jumlah itu dapat berkurang menjadi TWD 500.000.
Penilaian ahli (鑑定) atau laporan analisis awal dapat menjadi bahan yang penting, tetapi tidak mengikat pengadilan secara mekanis. Pengadilan menilai keseluruhan bukti secara bersamaan, termasuk keterangan, rekaman gambar, dan kondisi kendaraan.
Q5. Apa saja yang perlu dimuat dalam akta perdamaian?
Dalam akta perdamaian (和解書) sebaiknya ditentukan secara spesifik waktu dan tempat kecelakaan serta para pihaknya, dan dicantumkan jumlah serta waktu pembayaran, penanganan uang asuransi, tuntutan yang tercakup, dan tuntutan yang dicadangkan. Perawatan pada masa mendatang, luka yang baru ditemukan kemudian, penyerahan dokumen seperti surat keterangan dokter (診斷證明書), serta hubungan antara pembayaran dan pencabutan pengaduan juga harus ditetapkan dengan jelas.
Perdamaian (和解) menurut Pasal 736 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah perjanjian yang di dalamnya para pihak saling mengalah untuk mengakhiri atau mencegah sengketa. Menurut Pasal 737 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, ruang lingkup hapusnya hak pun hanya dinilai sebatas hak yang dilepaskan dalam akta perdamaian itu. Karena itu, tanpa memeriksa rumusan katanya, tidak dapat disimpulkan begitu saja bahwa seluruh tuntutan pada masa mendatang menjadi hapus.
Apabila perkaranya merupakan delik aduan, menurut Pasal 238 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana pengaduan dapat dicabut sampai sebelum penutupan persidangan lisan tingkat pertama, dan setelah dicabut pengaduan tidak dapat diajukan kembali. Namun, pada delik yang bukan delik aduan, penuntutan tidak serta-merta berakhir hanya karena adanya perdamaian secara pribadi, dan adanya perdamaian tidak selalu mewajibkan pencabutan pengaduan.
Dasar Resmi Q1–Q5
- Peraturan Pengelolaan dan Sanksi Lalu Lintas Jalan Raya (道路交通管理處罰條例) Pasal 62
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Republik Tiongkok Pasal 185-4
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Republik Tiongkok Pasal 284
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Republik Tiongkok Pasal 287
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Taiwan Pasal 237
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 238
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 487
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 488
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 503
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 504
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Taiwan Pasal 197
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 217
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 736
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 737
- Panduan keselamatan lalu lintas Kementerian Perhubungan (交通部)
- Panduan bukti dan dokumen kecelakaan lalu lintas Badan Kepolisian Nasional (內政部警政署)
- Tanya jawab kecelakaan lalu lintas Badan Kepolisian Nasional
Q6. Bagaimana tanggung jawab atas kecelakaan ditetapkan?
Laporan analisis awal kecelakaan lalu lintas jalan raya yang dibuat polisi merupakan analisis pendahuluan yang disusun berdasarkan bahan-bahan di lokasi kejadian. Laporan itu bukan putusan pengadilan, tidak mengikat pengadilan, dan tidak pula menetapkan proporsi kelalaian (過失比例). Karena bahan yang diperlukan dan ruang lingkup sengketa berbeda pada setiap kecelakaan, laporan ini, penilaian ahli menurut undang-undang, dan peninjauan ulang (覆議) bukan merupakan prosedur otomatis maupun tahapan yang wajib.
Menurut ketentuan yang berlaku, pihak yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan penilaian ahli atas kecelakaan kendaraan (車輛行車事故鑑定), instansi yang menangani dapat melimpahkan perkaranya, dan lembaga peradilan pun dapat memintakannya. Permohonan oleh pihak yang bersangkutan umumnya diajukan dalam waktu 6 bulan sejak tanggal kecelakaan, sedangkan untuk perkara yang sudah dalam penyidikan atau pemeriksaan pengadilan, penilaian ahli berjalan melalui permintaan lembaga peradilan dan bukan melalui permohonan langsung yang baru.
Apabila terdapat keberatan atas pendapat penilaian ahli, dapat diajukan peninjauan ulang hasil penilaian, tetapi peninjauan ulang itu dibatasi hanya satu kali. Pendapat penilaian ahli dan peninjauan ulang berkedudukan sebagai bukti atau bahan rujukan, sedangkan pengadilan menilai secara mandiri keseluruhan berkas, termasuk keterangan, rekaman gambar, dan catatan lokasi kejadian.
Q7. Kerugian apa saja yang dapat dituntut setelah terjadi kecelakaan?
Tuntutan berdasarkan Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mensyaratkan adanya pelanggaran hak yang melawan hukum, hubungan sebab akibat dengan kecelakaan, serta pembuktian kerugian. Kenyataan bahwa telah terjadi kecelakaan saja tidak berarti seluruh pos di bawah ini otomatis diakui. Pasal 216 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menjadi ukuran untuk menentukan ruang lingkup kerugian nyata dan keuntungan yang seharusnya diperoleh (所失利益).
- Luka: Menurut Pasal 193 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat dikaji biaya pengobatan (醫療費用) yang diperlukan, biaya tambahan yang timbul dalam kehidupan seperti biaya perawatan (看護費用), biaya transportasi berobat (就醫交通費), dan alat bantu, serta kehilangan penghasilan (收入損失) akibat ketidakmampuan bekerja secara nyata dan penurunan kemampuan bekerja (勞動能力減損). Menurut Pasal 195 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, kerugian immateriil juga dapat dikaji.
- Kematian: Menurut Pasal 192 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, apabila memenuhi syarat dapat dikaji biaya pengobatan sebelum meninggal dan biaya kebutuhan hidup yang bertambah, biaya pemakaman (殯葬費), serta kehilangan nafkah (扶養利益損失) bagi orang yang secara hukum berhak menerima nafkah. Menurut Pasal 194 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, kerugian immateriil bagi kerabat tertentu juga dapat dikaji.
- Harta benda: Menurut Pasal 196 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat dituntut kerugian harta benda nyata yang terbukti, termasuk biaya perbaikan kendaraan atau penurunan nilainya.
Q8. Bagaimana cara mengajukan data biaya pengobatan apabila perawatan masih berlanjut?
Simpanlah kuitansi (收據), surat keterangan dokter, dan rekam medis, serta susunlah sekaligus keterangan mengenai kebutuhan medis dari setiap perawatan dan hubungan sebab akibatnya dengan kecelakaan. Data perawatan yang masih berlanjut dapat dipakai untuk melengkapi bukti sesuai dengan jadwal prosedur pengadilan dan isi tuntutan yang telah diajukan, tetapi tidak ada kepastian bahwa semua data yang terlambat diajukan atau setiap perluasan tuntutan akan diterima maupun diperbolehkan.
Menambahkan data medis harus dibedakan dari mengubah atau menaikkan jumlah tuntutan. Setelah mengajukan gugatan perdata yang digabung dalam perkara pidana, penyerahan kuitansi pengobatan tambahan saja tidak dengan sendirinya menimbulkan biaya perkara.
Namun, menurut Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, setelah perkara dilimpahkan ke bagian perdata, mengubah, menambah, atau memperluas tuntutan melampaui ruang lingkup tuntutan sebelum pelimpahan dapat menimbulkan persoalan biaya perkara atas bagian yang melebihi itu. Tahap pelimpahan, saat pengajuan, dan ruang lingkup tuntutan sebaiknya diperiksa untuk setiap perkara.
Q9. Dengan apa biaya perawatan profesional dan biaya perawatan oleh keluarga dibuktikan?
Surat keterangan dokter atau pendapat medis berguna untuk menunjukkan adanya kebutuhan perawatan, tetapi bukan dasar yang menentukan apabila berdiri sendiri. Hubungan sebab akibat dengan kecelakaan, kebutuhan perawatan, kenyataan bahwa perawatan benar-benar diberikan, jangka waktunya, serta jumlah yang wajar harus dijelaskan dengan data.
Sekalipun perawatan benar-benar diberikan oleh kerabat tanpa imbalan, dalam perkara yang tepat hal itu dapat dinilai sebagai kerugian. Namun, keadaan bahwa perawatan diberikan oleh kerabat saja tidak serta-merta membuatnya diakui, sebab isi dan jangka waktu perawatan serta tingkat biaya yang lazim turut dipertimbangkan.
Q10. Dengan apa biaya transportasi untuk berobat dibuktikan?
Biaya transportasi disusun berdasarkan keterkaitan antara catatan perawatan dan luka yang berhubungan dengan kecelakaan. Rute, jumlah kunjungan, tanggal kunjungan, sarana transportasi, tarif, serta kebutuhan dan kewajaran penggunaan sarana itu dapat menjadi hal yang penting dalam penilaian.
Kuitansi, catatan tarif, catatan rute, dan data perawatan merupakan bukti yang mungkin diajukan. Kuitansi taksi bukan satu-satunya cara pembuktian, dan pengajuannya pun tidak dengan sendirinya dianggap memadai.
Dasar Resmi Q6–Q10
- Peraturan Penilaian Ahli dan Peninjauan Ulang Kecelakaan Kendaraan (車輛行車事故鑑定及覆議作業辦法) Pasal 3
- Peraturan Penilaian Ahli dan Peninjauan Ulang Kecelakaan Kendaraan Pasal 11 sampai Pasal 15
- Formulir permohonan peninjauan ulang penilaian kecelakaan kendaraan, Direktorat Jenderal Jalan Raya Kementerian Perhubungan Taiwan (交通部公路局)
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 184
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 192
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 193
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 194
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 195
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 196
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 216
- Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 504
- Penjelasan Yuan Kehakiman (司法院) mengenai perluasan tuntutan setelah pelimpahan
- Putusan Pengadilan Distrik Chiayi (嘉義) mengenai biaya perawatan oleh kerabat
- Putusan Pengadilan Distrik Tainan (臺南) mengenai biaya transportasi berobat
Q11. Bagaimana membuktikan kehilangan penghasilan selama masa perawatan dan pemulihan?
Kehilangan penghasilan harus dibuktikan dengan data bahwa karena luka yang berhubungan dengan kecelakaan Anda tidak dapat bekerja seluruhnya atau sebagian selama masa pemulihan, dan bahwa akibatnya terjadi pengurangan penghasilan secara nyata. Surat keterangan dokter atau anjuran istirahat memang merupakan titik awal yang penting, tetapi hal itu saja belum membuat tuntutan diakui.
Sebaiknya Anda menyusun sekaligus rekam medis, catatan kehadiran atau cuti, data gaji dan pajak, serta konfirmasi dari pemberi kerja. Pekerja mandiri dapat mengajukan data yang sesuai dengan bentuk usahanya sendiri, seperti data penjualan, catatan transaksi, dan data pelaporan pajak.
Keadaan bahwa Anda tetap bekerja atau tetap menerima gaji tanpa perubahan memang berkaitan dengan penilaian kehilangan penghasilan selama masa pemulihan, tetapi kenyataan itu saja tidak dapat dipandang secara otomatis menentukan persoalan kerugian akibat penurunan kemampuan bekerja. Keadaan tersebut juga bukan dasar untuk menilai kerugian akibat penurunan kemampuan bekerja secara tersendiri. Kerugian akibat penurunan kemampuan bekerja dikaji terpisah pada Q12.
Q12. Bagaimana membuktikan kerugian akibat penurunan kemampuan bekerja?
Kerugian akibat penurunan kemampuan bekerja dibedakan dari penghasilan yang benar-benar berkurang selama masa pemulihan sebagaimana diuraikan pada Q11. Menurut Pasal 193 dan Pasal 216 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dipertimbangkan bersama-sama hubungan sebab akibat dengan kecelakaan, gangguan fungsi yang berkelanjutan (持續功能障礙), pekerjaan dan kemampuan pihak yang dirugikan, penghasilan yang lazim dapat diharapkan, serta dasar dan pembuktian mengenai jangka waktu kemampuan bekerja.
Kenyataan bahwa gaji saat ini tetap dipertahankan tanpa perubahan tidak dengan sendirinya menggugurkan tuntutan. Sebaliknya, jumlah kerugian juga tidak ditetapkan secara mekanis hanya berdasarkan persentase kecacatan atau gaji saat ini.
Apabila gangguan fungsi yang berkelanjutan benar-benar dipersengketakan, penilaian ahli di bidang kedokteran dapat berguna, tetapi tidak wajib dalam setiap perkara. Kelalaian pihak yang dirugikan menurut Pasal 217 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan alasan penyesuaian lainnya turut dikaji.
Apabila perhitungan dilakukan dalam bentuk pembayaran sekaligus, pemotongan bunga antara (中間利息扣除) dapat dipertimbangkan. Kalkulator Hoffmann (霍夫曼) milik Yuan Kehakiman hanyalah alat bantu perhitungan, bukan metode yang diwajibkan secara hukum, dan bukan pula kepastian atas hasil apa pun. Menurut Pasal 193 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, atas permohonan pihak yang bersangkutan pengadilan pun dapat memerintahkan pembayaran berkala dengan syarat adanya jaminan.
Q13. Bagaimana ganti rugi immateriil (慰撫金) atas kerugian non-materiil dinilai?
Ganti rugi immateriil atas kerugian non-materiil dinilai dengan cara menetapkan jumlah yang patut, apabila terdapat pelanggaran melawan hukum terhadap tubuh atau kesehatan sebagaimana ditentukan Pasal 195 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Pengadilan mempertimbangkan keadaan masing-masing perkara dengan menilai secara menyeluruh isi luka dan perawatannya, dampak yang berkelanjutan, penderitaan dan pengaruhnya terhadap kehidupan, usia dan kedudukan, keadaan sosial dan ekonomi, serta bukti yang diajukan para pihak. Karena itu sulit memastikan hasilnya lebih dahulu hanya berdasarkan rentang jumlah yang baku.
Q14. Apabila kecelakaan terjadi saat bekerja, dapatkah pemberi kerja juga dimintai tanggung jawab perdata?
Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengatur keadaan ketika seorang pekerja menimbulkan kerugian secara melawan hukum kepada orang lain sewaktu menjalankan tugasnya. Karena keterkaitan dengan tugas tidak serta-merta diakui hanya berdasarkan jam kerja, hubungan antara pekerjaan yang sesungguhnya dan kecelakaan itu harus diperiksa.
Pemberi kerja dapat mengajukan pembelaan bahwa ia telah menjalankan kehati-hatian yang patut dalam memilih dan mengawasi pekerjanya, atau bahwa kerugian itu tidak dapat dihindarkan sekalipun kehati-hatian tersebut telah dijalankan. Cara menuntut ganti rugi secara bersama-sama terhadap pemberi kerja dan pekerja dapat dipertimbangkan. Setelah membayar ganti rugi, pemberi kerja dapat menuntut kembali kepada pekerjanya.
Apabila pemberi kerja membuktikan syarat pembebasan tersebut sehingga pihak yang dirugikan tidak memperoleh ganti rugi menurut ayat (1), maka menurut Pasal 188 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pengadilan dapat memerintahkan ganti rugi seluruhnya atau sebagian dengan mempertimbangkan keadaan ekonomi pemberi kerja dan pihak yang dirugikan.
Persoalan menentukan pihak yang dituntut secara perdata harus dibedakan dari tanggung jawab pidana. Tanggung jawab pidana menurut Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dinilai berdasarkan pelanggaran kewajiban berhati-hati oleh masing-masing orang perseorangan dan hubungan sebab akibat dari pelanggaran itu.
Q15. Manfaat dan perlindungan asuransi kendaraan apa yang harus diperiksa?
Kewajiban mengikuti asuransi menurut Pasal 6 Undang-Undang Asuransi Tanggung Jawab Kendaraan Bermotor Wajib (強制汽車責任保險法) pada asasnya berada pada pemilik kendaraan, dan dalam hal-hal yang ditentukan juga pada pengguna atau pengelola kendaraan tersebut. Sistem ini menyediakan struktur perlindungan tanpa kesalahan (無過失給付制度) bagi orang yang luka atau meninggal karena kecelakaan kendaraan bermotor, tetapi lingkup penumpang atau pihak ketiga di luar kendaraan yang ditentukan undang-undang harus diperiksa.
Dalam kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan, pengemudi kendaraan itu pada umumnya bukan penerima manfaat asuransi wajib kendaraan tersebut. Namun, dalam kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan, terdapat keadaan ketika pengemudi dapat menuntut manfaat kepada penanggung asuransi wajib dari kendaraan lain yang terlibat.
Standar manfaat (強制汽車責任保險給付標準) yang diubah pada 2026-05-29 berlaku bagi kecelakaan yang terjadi sejak 2026-07-01. Batas biaya pengobatan yang wajar dan diperlukan untuk luka adalah TWD 200.000 dalam Dolar Taiwan Baru, manfaat kecacatan (失能) berkisar TWD 80.000–3.000.000 menurut 15 tingkat yang ditentukan undang-undang, manfaat kematian adalah TWD 3.000.000, dan jumlah maksimum gabungan kematian, kecacatan, serta biaya pengobatan bagi 1 korban dan 1 kecelakaan adalah TWD 3.200.000. Bagi kecelakaan sebelum tanggal itu dapat berlaku standar yang lama.
Asuransi tanggung jawab terhadap pihak ketiga (第三人責任險), asuransi kecelakaan diri pengemudi (駕駛人傷害險), dan asuransi kerugian kendaraan sendiri (車體損失險) merupakan produk pilihan yang bersifat kontraktual. Perlindungan yang sesungguhnya berbeda menurut pihak tertanggung, batas pertanggungan, risiko sendiri (自負額), pengecualian, kelalaian, dan syarat lainnya dalam polis, sehingga polis asuransi dan syarat-syaratnya harus diperiksa satu per satu.
Dasar Resmi Q11–Q15
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 193
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 216
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 217
- Putusan Pengadilan Tinggi Taiwan tahun 109 perkara 上易字 Nomor 644
- Putusan Pengadilan Tinggi Taiwan tahun 109 perkara 上易字 Nomor 477
- Kalkulator nilai kini Hoffmann milik Yuan Kehakiman
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 195
- Putusan Pengadilan Distrik Taoyuan tahun 112 perkara 壢簡字 Nomor 236
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 188
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Republik Tiongkok Pasal 284
- Undang-Undang Asuransi Tanggung Jawab Kendaraan Bermotor Wajib
- Standar manfaat Asuransi Tanggung Jawab Kendaraan Bermotor Wajib
- Kontrak baku asuransi kendaraan bermotor pribadi Komisi Pengawas Keuangan (金融監督管理委員會)
Q16. Setelah terjadi kecelakaan, dapatkah semuanya diserahkan kepada perusahaan asuransi?
Menurut pengalaman saya, perusahaan asuransi sering kali tidak cukup menangani sisi perasaan para pihak yang terlibat dalam kecelakaan.
Bagian penting yang menyangkut perasaan pihak lain, seperti permintaan maaf dan ungkapan simpati, dapat terabaikan.
Bagi perusahaan asuransi, mengeluarkan tambahan TWD 500.000 atau TWD 1.000.000 untuk satu perkara tidak besar pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan asuransi secara keseluruhan, tetapi bagi pihak yang terlibat kecelakaan jumlah itu dapat menentukan ada atau tidaknya catatan pidana (前科).
Persoalan benturan kepentingan antara perusahaan asuransi dan pihak yang bersangkutan juga dapat timbul, dan karena perusahaan asuransi harus menangani banyak perkara, sulit bagi mereka menyediakan waktu yang cukup untuk setiap perkara.
Karena itu saya tidak menyarankan Anda menyerahkan seluruh proses perkara kepada perusahaan asuransi.
Apabila Anda menyerahkannya kepada perusahaan asuransi, Anda harus terus-menerus memantau proses penanganannya dan memeriksa dengan teliti dokumen dari kedua belah pihak.
Q17. Apa tanggung jawab pidana atas perbuatan melukai karena kelalaian bagi pihak yang bersalah dalam kecelakaan lalu lintas?
Dalam hal melukai karena kelalaian, saat ini pengadilan pada umumnya menjatuhkan pidana sekitar 3 bulan.
Apabila pidana itu dialihkan menjadi uang pengganti pidana penjara (易科罰金), Pasal 41 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menetapkan konversi TWD 1.000, 2.000, atau 3.000 untuk 1 hari; dengan perhitungan TWD 1.000 per hari, pidana 3 bulan menjadi 3 × 30 × TWD 1.000 = TWD 90.000.
Untuk luka berat karena kelalaian pada umumnya dijatuhkan pidana 4 bulan, sedangkan untuk kematian karena kelalaian (過失致死) pada umumnya dijatuhkan pidana 6 bulan.
Q18. Apabila berdamai dengan pihak lain, dapatkah pengaduan pidana dicabut?
Melukai karena kelalaian dan melukai berat karena kelalaian termasuk delik aduan (告訴乃論之罪), sehingga pengaduan pidana dapat dicabut.
Untuk kematian karena kelalaian, pencabutan pengaduan tidak dimungkinkan, tetapi apabila Anda berdamai dengan keluarga pihak lain, pengadilan dapat meringankan pidananya.
Anda dapat memperoleh pidana bersyarat (緩刑) sehingga tidak perlu menjalani pidana penjara.
Q19. Apabila meninggalkan lokasi setelah kecelakaan, apakah tindak pidana tabrak lari selalu terpenuhi?
Tidak selalu demikian.
Syarat pokok tabrak lari (肇事逃逸) adalah adanya orang yang luka atau meninggal.
Apabila yang terjadi hanya kerusakan kendaraan, hal itu tidak dipandang sebagai tabrak lari.
Q20. Bagaimana cara mencari pengacara untuk perkara kecelakaan lalu lintas?
Karena kecelakaan lalu lintas merupakan perkara yang sangat lazim, pengacara litigasi umum yang telah beberapa tahun mengumpulkan pengalaman praktik pun dapat menangani perkara kecelakaan lalu lintas.
Yang penting dalam hal ini adalah ketelitian dan kejujuran pengacara tersebut.
Penting bahwa pengacara memeriksa dengan saksama seluruh pos tuntutan dalam perkara itu dan mengupayakan agar Anda memperoleh ganti rugi sebesar mungkin.
Selain itu, pengacara harus menjelaskan dengan gamblang keadaan pihak yang diwakilinya dan memberitahukan dengan gamblang risiko yang dapat diperkirakan apabila tidak dicapai perdamaian.
Anda perlu berhati-hati terhadap pengacara yang membesar-besarkan perkara dan mendesak agar tidak berdamai serta bertarung sampai akhir melalui jalur perdata dan pidana, semata-mata demi memperoleh penerimaan perkara.
Demikianlah Tanya Jawab mengenai kecelakaan lalu lintas ini saya akhiri. Semoga bermanfaat bagi Anda.
Setelah menangani banyak perkara kecelakaan lalu lintas, ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan.
Karena luka atau meninggalnya korban, korban sendiri maupun keluarganya mengalami penderitaan fisik dan batin.
Pihak yang bersalah sering kali tidak memedulikan untuk menanyakan kabar korban melalui telepon atau menjenguknya, dan banyak di antara mereka menganggap perusahaan asuransi akan mengurus semuanya sehingga mereka sendiri tidak pernah muncul. Dalam keadaan seperti itu, penyesalan dan itikad baik tidak dirasakan oleh korban.
Akibatnya korban merasa sangat terluka dan marah, sehingga banyak yang tidak mau mengalah pada jumlah yang dirundingkan, atau mengajukan sita jaminan (假扣押) dan menyita harta pihak lain sampai tuntas.
Karena itu hal ini sama sekali tidak boleh diabaikan, dan sebaiknya Anda berunding dengan pengacara sesuai dengan keadaan yang dihadapi.
Apabila Anda memiliki pertanyaan tambahan, silakan tinggalkan di kolom komentar.
Demikian dari saya, Wei Tseng (曾雋崴), pengacara Taiwan.
Baca juga:

