Surat diagnosis mencatat cedera, sedangkan jadwal kerja, laporan kecelakaan, dan rekaman lokasi membantu menjelaskan hubungannya dengan pekerjaan. Pekerja Indonesia yang terluka saat mengoperasikan mesin di Taiwan perlu menyimpan kedua kelompok bukti itu. Pertolongan medis didahulukan. Permintaan salinan dokumen dan pelestarian bukti dapat menyusul tanpa menghambat perawatan.
Industri manufaktur termasuk cakupan Pasal 3 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Taiwan. Untuk pekerja pabrik yang tercakup, ada kompensasi kecelakaan kerja dari majikan, manfaat asuransi menurut persyaratannya, dan kemungkinan tuntutan ganti rugi. Masing-masing mempunyai dasar serta perhitungan sendiri; pembayaran dari satu jalur perlu dicatat sebelum menghitung tuntutan lainnya.
Bukti pada hari kejadian dan selama perawatan
Catat kapan, di bagian pabrik mana, dan saat menjalankan tugas apa cedera terjadi. Sebutkan mesin, pengawas, dan orang yang melihat langsung. Foto atau rekaman yang sudah ada sebaiknya disimpan dalam bentuk asli. Jangan kembali ke area berbahaya demi mengambil gambar.
Rekaman CCTV dapat berubah atau terhapus karena sistem penyimpanan. Minta pihak yang menguasainya mempertahankan bagian dengan waktu dan lokasi yang relevan. Simpan permintaan tersebut. Jika akses ditolak atau bukti terancam hilang, tanyakan kepada penasihat hukum tentang langkah pengamanan bukti yang tersedia; permintaan pribadi belum memastikan rekaman akan diberikan.
Dokumen medis perlu memuat keadaan yang benar. Jelaskan kepada tenaga kesehatan bagaimana cedera terjadi dan pekerjaan yang dilakukan. Simpan diagnosis, bukti rawat inap, kuitansi, anjuran istirahat, serta pemeriksaan lanjutan. Apakah dokter menyatakan Anda belum dapat bekerja, dan untuk periode mana? Keterangan itu berkaitan dengan tuntutan pembayaran selama perawatan, bukan sekadar banyaknya kunjungan rumah sakit.
Pembayaran majikan menurut Pasal 59
Pasal 59 mengatur kompensasi atas cedera atau penyakit akibat kerja, termasuk biaya medis yang diperlukan serta pembayaran sebesar upah semula selama perawatan ketika pekerja tidak mampu bekerja. Dasarnya adalah kecelakaan kerja yang tercakup, tanpa syarat pekerja terlebih dahulu membuktikan kesalahan majikan.
Ada ketentuan khusus untuk perawatan panjang. Jika setelah dua tahun belum sembuh, rumah sakit yang ditunjuk menyatakan pekerja kehilangan kemampuan melakukan pekerjaan semula, dan pekerja tidak memenuhi standar kompensasi disabilitas dalam pasal itu, majikan dapat membayar sekaligus sebesar 40 bulan upah rata-rata untuk mengakhiri kewajiban kompensasi upah tersebut. Ketiga syarat perlu diperiksa bersama.
Setelah perawatan selesai, disabilitas yang ditetapkan melalui diagnosis rumah sakit yang ditunjuk mempunyai perhitungan kompensasi tersendiri. Untuk menghitungnya, slip gaji sebelum kecelakaan dan catatan pembayaran lebih berguna daripada satu angka perkiraan dari agen. Upah semula dan upah rata-rata bukan istilah yang dapat dipertukarkan sesuka hati.
Bila asuransi belum didaftarkan
Pasal 6 Undang-Undang Asuransi dan Perlindungan Kecelakaan Kerja menentukan cakupan wajib, termasuk pekerja pada pemberi kerja terdaftar atau yang memiliki izin mempekerjakan dari otoritas pusat. Jika majikan tidak mendaftarkan pekerja yang memenuhi ketentuan tersebut, Pasal 36 menyediakan mekanisme penyelenggara membayar manfaat kemudian menagih majikan. Ketiadaan pendaftaran tidak langsung menutup hak, tetapi syarat kejadian dan manfaat tetap diperiksa.
Minta konfirmasi status kepesertaan dan keputusan manfaat dari Biro Asuransi Tenaga Kerja, bukan hanya penjelasan lisan perusahaan. Simpan surat permohonan, bukti penerimaan, serta keputusan yang terbit. Jumlah gaji yang dilaporkan untuk asuransi juga perlu dibandingkan dengan bukti penghasilan.
Cakupan ini tidak boleh disalin begitu saja untuk semua pekerjaan. Menurut penjelasan Kementerian Ketenagakerjaan, pengasuh rumah tangga tidak tercakup Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Namun, cakupan wajib asuransi menurut Pasal 6 dapat tetap berlaku pada majikannya. Pengecualian satu undang-undang belum menjawab seluruh hak pekerja.
Nilai penyelesaian perlu dirinci
Untuk kerugian akibat kecelakaan kerja, Pasal 91 undang-undang asuransi membebankan tanggung jawab kepada majikan, kecuali majikan membuktikan tidak ada kesalahan. Hubungan kejadian dengan kerugian dan jumlah yang diminta tetap membutuhkan bukti.
Pembayaran dapat diperhitungkan satu sama lain. Pasal 60 undang-undang ketenagakerjaan membolehkan kompensasi menurut Pasal 59 mengurangi ganti rugi untuk kejadian yang sama. Pasal 90 undang-undang asuransi mengatur penyesuaian dengan manfaat asuransi, termasuk aturan khusus disabilitas atau kematian ketika syarat pendaftaran, pembayaran premi, dan pengakuan kejadian dipenuhi.
Tawaran pembayaran sekaligus perlu menunjukkan biaya medis, penggantian penghasilan, manfaat asuransi, dan tuntutan yang akan dilepaskan. Jangan hanya melihat total. Bila sekaligus diminta menandatangani pengunduran diri, periksa dokumen itu bersama aturan pesangon Taiwan; ganti rugi cedera dan penyelesaian hubungan kerja harus terbaca jelas.
Hak kompensasi Pasal 59 mempunyai jangka dua tahun sejak dapat diterima menurut Pasal 61; berhenti kerja tidak menghapusnya. Hak manfaat asuransi mempunyai jangka lima tahun sejak dapat ditagih menurut Pasal 37. Jangan memakai satu tanggal untuk seluruh jenis tuntutan.
Permintaan pemeriksaan melalui kontak kantor atau wei@hoveringlaw.com.tw cukup dimulai dengan ringkasan cedera, nama majikan untuk pemeriksaan konflik, tanggal kejadian, serta jadwal penandatanganan atau kepulangan. Dokumen medis lengkap dikirim setelah cara penyerahan disepakati. Konsultasi tersedia dalam bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Korea; kebutuhan bahasa Indonesia memerlukan konfirmasi pengaturan komunikasi. Sebelum menilai tawaran akhir, cocokkan setiap pembayaran dengan periode perawatan dan dokumen yang mendasarinya.
Sumber resmi
Diperiksa pada 23 Oktober 2026. Ini informasi umum untuk persoalan hukum Taiwan, bukan penetapan kecelakaan kerja atau penghitungan manfaat individual.
Pertanyaan umum
- Majikan belum mendaftarkan asuransi kecelakaan kerja. Apakah saya langsung kehilangan manfaat?
- Tidak otomatis. Untuk pekerja yang memenuhi cakupan wajib Pasal 6, Pasal 36 mengatur pembayaran manfaat oleh penyelenggara asuransi lalu penagihan kepada pihak pemberi kerja. Cakupan, kejadian, dan syarat manfaat tetap diperiksa.
- Bolehkah langsung menjumlahkan kompensasi majikan, asuransi, dan ganti rugi?
- Tidak. Ada ketentuan perhitungan saling mengurangi, termasuk Pasal 60 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan dan Pasal 90 undang-undang asuransi kecelakaan kerja. Catat setiap pembayaran menurut jenis dan tujuannya sebelum menghitung sisa tuntutan.
- Apakah aturan kompensasi pekerja pabrik ini sama bagi pengasuh di rumah keluarga?
- Tidak seluruhnya. Pengasuh rumah tangga tidak termasuk cakupan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Cakupan asuransi kecelakaan kerja mempunyai aturan sendiri, sehingga pengecualian dari undang-undang ketenagakerjaan tidak otomatis berarti tidak diasuransikan.
Artikel ini memberikan informasi umum dan bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu.



